In Memory Which Ended by Lying

Aku gak tau apa maksud Tuhan dengan mengambil semua kebahagiaan dari hidupku sekarang. Setelah beberapa kekecewaan yang kualami, ternyata Tuhan ingin mengujiku lebih dalam lagi. Aku harus merasakan kehilangan teman yang selama 2 tahun ini selalu ada di sampingku. Teman yang gak pernah mengecewakanku di saat aku hanya bisa memberinya beban.

Tapi aku sadari ini semua konsekuensi dari keputusan yang aku buat. Selama 2 tahun ini dia menunggu cintaku tapi aku hanya diam saja. Sampai akhirnya aku malah dekat dengan orang lain dan menganggapnya nomer dua. Salahku jika aku menyia-nyiakan rasa sayangnya yang tulus. Salahku juga menganggap dia akan selalu ada untukku. Salahku jika aku tak bisa merasakan dia mulai menjauh dan meninggalkanku.

Namun ada yang mengusik hatiku. Mengapa dia begitu cepat menemukan penggantiku di saat bulan berganti nama… Mengapa dia begitu cepat meninggalkanku di saat sms-sms janji cintanya belum terhapus dari inbox hapeku. Setaumu, aku udah menghapus semua smsmu dari inbox hapeku. Tapi sebenarnya semua sms itu belum aku hapus. Akan tetap kusimpan agar aku ingat betapa mudahnya sebuah kata cinta terlupakan, bahkan kata cinta dari seorang yang begitu setia… Aku menganggapnya beda dari cowok-cowok lain yang begitu mudahnya mengumbar janji-janji palsu, tapi ternyata dia sama aja. Janjinya janji di atas ingkar. Apakah ini caranya dia membalasku?!? Apakah dia sudah merasa puas sekarang? Sudahkah dia tersenyum penuh kemenangan melihatku kebingungan sendiri? Apakah berlebihan jika aku merasa dibohongi? Di saat dia berjanji akan menunggu hingga orang lain yang menyayangiku tidak menyayangiku lagi, beberapa hari kemudian dia sudah melabuhkan cintanya ke cewek lain.. Well, maybe I’m so naïf. Yach aku coba bisa doakan moga-moga kamu bahagia. Kalau dulu karena kebaikanmu yang begitu tulus padaku, mungkin setelah aku lelah berkelana, aku akan kembali padamu. Tapi sekarang setelah semua yang kau lakukan, rasa kagumku padamu udah hilang. Rasa percayaku padamu udah lenyap tak berbekas. Semua kebaikanmu yang tulus sudah berubah menjadi pikatan yang mengharapkan imbalan semata. Kamu sama aja dengan cowok-cowok lain. Dan jika perbuatanmu itu cuma sebagai pelarian, pada akhirnya kau akan merasakan kehampaan dalam kebahagiaanmu. Semoga dia bisa membuatmu melupakanku sehingga dia tidak akan menjadi korban keegoisan cintamu yang bertepuk sebelah tangan. Ketahuilah, di saat kau mencariku kembali, aku sudah pergi jauh darimu.. Saat ini memang aku menangis untuk kepergianmu, tapi aku yakin ini hanya sementara. Aku akan tetap mencari kebahagiaan sejatiku. Dan aku yakin tidak lama lagi aku akan menemukannya.

NB: Cassie selama ini membelamu. Dia kagum banget ngliat pengorbanan dan perjuanganmu untukku. Tapi sekarang dia juga kecewa karena kau meninggalkanku..

~Life is full of beautiful survivals sometimes and in the other times it is not, but just believe His Master Plan~ Keyla

1 Komentar »

  1. Isabel Berkata:

    Ah, saya mungkin termasuk orang yang rada sinis terhadap pria yang terlalu mudah menggumbar kata cinta.

    Terkadang cinta mereka bisa menjadi belenggu. Mereka bilang tulus mencintai kita tanpa mengharapkan apa-apa namun di saat yang lain mereka menuntut kita untuk balik mencintai mereka.

    Cinta memang complicated.

    Satu yang selalu saya percaya, Keyla, Tuhan menghitung setiap tetesan airmata yang kita tumpahkan.

    Akan tiba saatnya tiap tetesan airmata itu diubah menjadi senyum kebahagiaan :)

    Menangislah bila kamu memang ingin menangis, Keyla, tapi setelah itu tersenyumlah.


{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.