Dewiq – Katakan yang Sebenarnya

Katakan padaku yang sebenarnya kau mau
Agar aku bisa lanjutkan hidupku
Perasaanku mengatakan kan ada pisah
Tapi mengapa kau menarik ulur hatikuJika kau butuh katakan butuh
Jika kau cinta katakan cinta

Katakan padaku apa yang harus ku buat
Biarkan kau bahagia dan aku juga bahagia
Perasaanku mengatakan akan ada pisah
Tapi mengapa kau menarik ulur hatiku

Reff:
Jika kau butuh katakan butuh
Jika kau cinta katakan cinta
Jika berpisah pisahlah saja
Sakit dan perih hanya sementara

Back to Reff:
Katakan padaku yang sebenarnya kau mau
Agar aku bisa melanjutkan hidupku

Back to Reff:

Bersahabat dengan Kesuksesan Orang Lain

Tadi pagi aku ngecek email..berhubung koneksi intenet di rumahku eror 4 hari ini, jadilah email yang belum dibaca numpuk di inbox. Setelah ada beberapa yang dibaca, akhirnya nemu dech email dari Cassie.. Dia udah tau masalahku, jadilah dia ngirim email ini ke aku. Buat kalian yang mengalami hal yang sama denganku, moga-moga tulisan ini bisa jadi inspirasi buat bangkit. Isi email ini Cassie dapat dari milis Mario Teguh yang dia ikuti. Isi emailnya gini…

Sahabat Super,Tak sengaja saya kemarin melihat orang berjualan majalah saat saya sedang bermaksud ke ATM. Sekalian iseng menanyakan majalah yang sering saya beli tiap bulannya, karena belum terbit maka saya membeli majalah bulanan yang lain yang sudah terbit, yaitu Riders Digest. Tak disangka ternyata majalah bulanan yang tidak sengaja saya beli tsb di hal.65 ada foto yang tak asing lagi bagi kita dan tulisan wawancara singkat si wartawan dengan guru kita Mr. Mario Teguh.Dalam pembahasan tsb Pak Mario mengatakan “Banyak orang yang merasa dalam keadaan lemah melihat dirinya sebagai korban, sehingga menganggap orang lain yang lebih berhasil sebagai pemangsa. Itu sebabnya banyak orang membenci orang lain karena mereka lebih kaya, lebih tinggi pangkatnya dan lebih-lebih yang lain.”Sahabat,

terkadang kita tidak damai dengan keadaan kita saat ini dan terkesan kurang mensyukuri apa yang telah ada dalam diri kita saat kita melihat orang lain diperlakukan istimewa karena mereka “lebih” dari kita,

dan sering saya temui orang yang terjebak dengan membuat batasan pergaulan atau network dengan hanya mencari teman berada dalam level kualitasnya.

Perasaan tidak damai tsb jika tidak dikendalikan dengan baik dapat berubah menjadi kebencian terhadap level sosial tertentu yang berada diatasnya.

So, bagaimana kita bisa berada dalam kualitas hidup yang lebih tinggi jika kita membenci orang-orang yang telah berada pada tingkat atas kualitas hidup tsb?

Bukankah dengan damai menerima kelebihan orang dan mensahabatkan diri kepada orang yang lebih berhasil, akan membuka peluang kita untuk dilihat mereka bahwa kita patut diperhitungkan untuk dapat memberikan keuntungan kepada mereka?

“Kita harus tumbuh melalui hubungan dengan orang lain. Maka, janganlah hindari pertemuan dengan orang lain. Yang harus Anda kelola adalah kualitas dari pertemuan-pertemuan Anda, dan nilai apa saja yang bisa Anda sampaikan kepada orang lain yang akan menjadikan Anda berhak untuk menerima kebaikan dari pertemuan itu.” MT Wind Of Chances

Irwan Gunadi SM 766

Nach gitu dech isi emailnya.. Habis baca email dari Cassie, aku jadi mikir. Ini email pas banget ma keadaanku sekarang ini. Thanks ya Cassie, kamu selalu tau motivasi apa yang aku perlukan.. Aku udah berusaha koq mulai bersahabat lagi dengan kesuksesan temanku. Walo berat pasti aku bakal bisa… Doain aku yaw…

~Life is full of beautiful survivals sometimes and in the other times it is not, but just believe His Master Plan~ Keyla

Jeritan Hatiku

Ketika banyak masalah dalam hidup dan kita gak punya tempat untuk mencurahkan isi hati kita, menulis di blog adalah pelampiasan yang paling tepat. Untuk itulah, aku nulis di sini. Gak cuma yang sedih-sedih aja sich yang bakal ngisi blog ini…ntar juga ada yang bahagia yang bakal aku tulis. Cuma kebetulan sekarang baru ngalami yang gak enak. Saat ini hidupku terasa sedang berada di titik yang paling kelam. Semua jalan di depanku tertutup dan situasi di sekitarku memburuk. Dimulai dari situasi finansial keluarga yang mengalami defisit besar, Ayah yang sakit gak sembuh-sembuh karena kebanyakan pikiran, dan aku yang ikut sakit karena gak kuat menahan beban yang ada.

Tiap hari ketika di dekat keluarga, aku merasa nyaman. Tapi di sisi lain, kedekatan itu membuat rasa bersalahku muncul. Rasa bersalah tidak bisa membantu orang-orang yang kusayangi. Rasa bersalah tidak bisa menjadi andalan keluargaku.

Segala macam pikiran berkecamuk di dalam pikiranku…. Di saat keluargaku begitu memerlukan sosok yang bisa membantu Ayah untuk menopang perekonomian keluarga, malah kegagalan demi kegagalan yang kutemui. Bahkan orang yang berusaha tidak sekeras aku, malah bisa mencapai kesuksesan yang gak pernah diimpikannya yang notabene adalah cita-citaku sejak kuliah. Ketika aku gagal, rasa bersalah itu memuncak dalam diriku. Rasa tak berguna dan rasa rendah diri menguasai diriku. Dan ternyata itu belumlah serangan terakhir dari kegagalan yang aku derita. Berita kesuksesan teman karibku sendiri seolah semakin mendorongku ke dalam jurang penyesalan dan rasa iri yang hebat. Kenapa dia yang malah bisa meraih cita-citaku padahal aku gak lebih buruk dari dia, bahkan aku yang lebih mempunyai kesempatan besar. Aku memang bukan teman yang baik, harusnya aku berbahagia atas keberhasilan temanku sendiri. Tapi aku lebih butuh keberhasilan itu dibanding temenku..Kenapa Tuhan gak mendengar suara tangisan orang tuaku, aku, dan saudara-saudaraku??? Kenapa bukan doa kami yang diijawab iya… Apakah kami sebegitu berdosanya sehingga Tuhan menyembunyikan wajah-Nya dari kami, menutup telinga-Nya, dan menahan tangan kasih-Nya untuk menolong kami???!!!

Saat ini aku masih belum bisa mengerti maksud Tuhan untuk keluargaku dan aku khususnya. Tapi jika jalan ini yang harus aku tempuh, aku akan terima dengan iman dan pengharapan. Ampuni aku sehingga dosa-dosaku tidak menghalangi doa yang kulayangkan ke hadirat-Mu. Satu pintaku Tuhan, jangan pernah tinggalkan aku sendiri. Kiranya murka-Mu tak terarah padaku lagi. Dengarkanlah seruanku, seperti Engkau mendengar seruan Raja Daud. Engkaulah gunung batu dan pertolonganku. Tak ada yang dapat kuandalkan selain Engkau Allahku.

Terima kasih atas orang-orang yang Kau tempatkan di sisiku. Orang-orang yang tidak dianggap oleh dunia ini, tapi Kau utus sebagai perantara-Mu untuk menyadarkan aku bahwa Kau masih sangat mengasihiku dan masih ada jalan keluar untuk semua masalahku yang saat ini belum bisa aku temukan. Makasih teman-temanku, Cassie, Jakarta Boy, Beach Boy, Mas yang di fotokopian sebelah kantor, dan terutama keluargaku yang gak menyalahkan aku atas semua kegagalanku. Tuhan, berilah aku kesempatan untuk membahagiakan mereka dan menjadi kebanggaan-Mu.

~Life is full of beautiful survivals sometimes and in the other times it is not, but just believe His Master Plan~ Keyla

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Entri Lebih Baru »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.